Drøbak, Norway

Saat ini aku sedang merevisi draft calon buku #catatanperjalananjf yang aku sendiri antara yakin dan tidak yakin untuk menerbitkannya. Tepatnya, aku sedang menulis tentang perjalananku ke kota kecil yang tidak jauh dari Oslo.

Menurut Dhira, salah satu mahasiswa Indonesia di Oslo, Kota Oslo tidak menggambarkan kehidupan yang sesungguhnya orang-orang di Norwegia. Salah satu alternatif untuk melihat kehidupan orang-orang Norwegia adalah mengunjungi Kota Drøbak, sebuah kota kecil yang terletak disisi Oslo fjord, sekitar 1 jam perjalanan dari Oslo.

Sejak perjalanan ke Norwegia pada Juni 2016, aku belum pernah share gambar-gambar yang aku ambil disana. Berikut beberapa gambar yang ingin aku bagikan. Please enjoy 🙂

 

City Hall

City Hall

Aku berjalan-jalan keliling kota. Seluruh kota sepi dan bersih. Jalanannya agak sepi dan banyak jalan setapak. Rumah-rumah tersusun rapi dan dicat dengan warna yang bersih dan enak dipandang. Putih, biru, kuning dan merah.

Kebanyakan rumah terbuat dari kayu

 

Aku suka halaman belakang rumah-rumah disana. Nyaman dan Indah.

 

Beautiful Backyard

Selain ditengah-tengah kota, aku juga berkeliling ke perkuburan yang terletak disamping rumah ibadah warga setempat. Juga sangat indah dan bersih.

 

Aku memasuki kawasan perkuburan yang membawaku ke desa ini bagian belakang, atau tepat dipinggir sungai. Anak-anak yang bermain dengan permainan naik turun seperti di TK dulu. Anak-anak yang lebih besar berenang bebas di sungai itu. Anak-anak remaja bermain volly di lapangan volly kampung. Tidak ada yang sibuk dengan gadget disana. Kebanyakan bermain di alam. Beberapa orang dewasa membawa anjing mereka jalan-jalan.

Seperti kebanyakan anak-anak di Jerman juga, transportasi mereka biasanya sepeda.

Dibagian kota yang lain, tidak jauh dari pusat kota, terdapat Oscarsborg Fjordservice. Semacam pelabuhan untuk memarkirkan boat kecil. Aku melihat sebuah keluarga menggunakan boat itu dan membawa makanan. Aku berharap suatu hari bakal ada pengalaman seperti itu!

Puas berkeliling, aku kembali ke tengah kota. Di City Hall ada yang jualan rupanya. Ada minuman dan makanan serta beberapa oleh-oleh khas kota sepi ini.

Sebenarnya, aku ke Drøbak sama Nanta, tapi dia harus balik duluan karena pesawatnya ke London akan berangkat sore itu. Sebelum Nanta balik, kami sempat makan di Fiskerøkeriet, sebuah restoran di tengah kota.

Ohya, aku juga sempat berkunjung ke Chrismast House. Sebuah toko berkonsep natal. Semua pernak pernik natal ada disana.

Rumah Natal

 

Hari itu hari yang cerah. Sebelum pulang, aku menyempatkan makan gelato di sebuah toko ice cream. Lalu menunggu bus pulang ke Oslo.

 

Ini adalah halte bus utama di Drobak. Aku bertemu seorang nenek disana. Kami mengobrol panjang. Beliau menceritakan tentang anaknya yang sekarang tinggal di US. Katanya, ibuku pasti merindukanku, seperti ia merindukan anak-anaknya. Dia pernah tinggal bersama anaknya di US beberapa bulan, namun dia tidak betah dan memilih tinggal sendirian di Norway.

Menurut Nenek itu, Drobak itu sudah terlalu ramai. Aku terperangah. Kota sesepi ini dibilang ramai. Benar saja, dia tinggal di sebuah desa yang berada 10 menit dari Drobak. Hanya ada 5 rumah dalam satu pemukiman. Selebihnya pohon dan hamparan rumput hijau. Aku pernah mengupload video lokasi tempat tinggal nenek itu di IG pada tanggal 10 Juni 2016.

Foto-foto ini tidak diedit dan diambil dengan menggunakan HP Sony. Actually I filmed a few scenery atau panorama di kota kecil ini. Tapi aku belum belajar cara menggabungkan video. 😀 Kalau kalian tertarik untuk melihat video aku dan ingin tau lebih banyak tentang Drobak, please shot me a text in the comment ya. Terima kasih.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *