Pantai Losari untuk kedua kalinya

Pantai Losari merupakan salah satu landmark Kota Makassar yang paling terkenal. Walaupun tak punya bibir pantai, namun tempat ini selalu ramai dikunjungi para penduduk lokal dan wisatawan. Pengalaman menikmati indahnya langit pantai ini pada suatu sore di bulan maret lalu, membuat aku ingin menikmati pantai ini ketika sepi, pagi hari.

Makassar, 31.08.2017

Kami menuju pantai losari pukul 05.30, tidak terlalu pagi untuk Kota Makassar. Beberapa orang sudah berada disana untuk sekedar mengambil foto di beberapa spot yang bertuliskan nama-nama khas sulawesi seperti PANTAI LOSARI, TORAJA, MAKASSAR dan lainnya. Beberapa orang yang lain melakukan olahraga ringan seperti jogging dan jalan santai. Ada juga yang berlatih yoga. Namun, pemburuan kami hari itu adalah langit pagi pantai losari.

Mr. A membidik beberapa gambar dengan kameranya. Sedangkan aku hanya berjalan santai di sampingnya. Menikmati pemandangan laut yang terhampar luas di depan mata. Langit biru dengan garis langit keemasan berbatasan langsung dengan riakan kecil Laut Jawa. Aku melihat pulau kecil bernama Lae-Lae di kejauhan.

Andai Jembatan Centr Point of Indonesia tidak disana dan reklamasi kawasan Tanjung Bunga tidak pernah dilakukan, pemandangan disini pasti lebih sempurna. Namun, kini keindahan itu mungkin hanya bisa dinikmati di Pantai Akkarena.

Perhatianku tertuju pada suara boat yang menepi. Mungkin itu boat nelayan. Khas masyarakat pesisir yang pulang dari mencari ikan di laut pada pagi hari. Tapi entahlah, aku tidak tau apakah masyarakat disini masih mempunyai pelabuhan ikan di dekat losari atau tidak.

a morning in Losari

Kami juga mengunjungi Mesjid Terapung Kota Makassar pagi itu. Namun sayangnya pintu mesjid belum terbuka. Selain itu, fasilitas umum seperti kamar mandi di pantai losari tidak bisa di akses.

 

Mesjid Terapung Kota Makassar

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *