Explore Europe by Train

Yap, keliling Eropa dengan kereta api. Sejak kecil hingga berumur 24 tahun, aku gak pernah membayangkan bahwa aku akan keliling eropa dengan kereta api. No, never crossed my mind. Aku juga bukan pecinta jalan-jalan hingga suatu hari teman aku yang sedang mengambil program master di Manchester, UK mengirim WA,

“Juk, keluar Jerman lah sekali-sekali’”

Well, why not.

Selama ini aku sudah pernah berpergian ke beberapa kota di Jerman dan ke Amsterdam, tetapi selalu bersama teman atau dalam grup Erasmus atau teman dekat aku. Aku gak pernah pernah merencanakan perjalanan sendiri, gak pernah pakai kartu kredit, dan aku tidak pernah melakukan banyak hal.

Sejak punya keinginan kuliah di Inggris atau negara Eropa lainnya, walaupun aku gak berani bilang ke siapa-siapa waktu itu. Mungkin aku takut, my dream is too big, begitu pikirku waktu itu. Aku sering baca blog mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. Terutama yang kuliah di Eropa.

Kemampuan Bahasa Inggris ku pun sangat terbatas. Tidak mungkin saja kuliah ke luar negeri. Begitu pikirku. Hingga akhirnya aku dapat kesempatan exchange ke Jerman saat aku kuliah di ITB, sedangkan teman-temanku kuliah di US dan UK.

Balik lagi ke cerita “disuruh ke luar Jerman” aku jadi lebih gencar browsing gimana cara travel ke negara-negara eropa untuk student. Karena waktu itu musim dingin, aku lebih fokus ke travel Europe in winter. Hingga aku ketemu blog nya, mbak Annisa. Annisa Potter. 😀

Ada banyak alternatif yang aku temui ketika itu:

By plan, By Train, and by bus. Ada pesawat murah and tiket bus promo juga. Namun, karena belum banyak pengalaman naik train di Europe, aku pingin naik train saja.

Untuk mewujudkan goal ini, aku mengajak temanku dari Thailand, namanya Pear. Rupanya dia tertarik. Kami berdiskusi berhari-hari tentang rencana ini. Dan moment yang paling pas adalah waktu winter break atau pas liburan natal.

Kami berencana mengunjungi beberapa negara dalam 2 minggu. Kami mengeprint peta Eropa, lalu membuat garis-garis negara-negara yang berdekatan. Kami menyusun itinerary. Negara-negara mana saja yang akan dikunjungi. Dan end up dengan keinginan beda-beda.

Kami kebingungan mencari koneksi bus dari negara-negara yang ingin kami kunjungi. Begitu juga, kami bingung lokasi airport di negara-negara tersebut. Akhirnya memilih naik kereta. Namun tiket kereta dari satu tempat ke tempat sangat mahal. Agar murah, kami mempertimbangkan untuk naik train, bus dan pesawat. Namun, pasti akan sangat repot untuk urusan booking tiket dan harus stick sama waktu.

Dengan pertimbangan bahwa kami ga mau repot booking booking tiket dan gak mau stick sama waktu, kami memilih naik kereta yang fleksibel waktunya. Pilihan kami jatuh ke Eurail Pass.

Eurorail Pass

Eurail Pass atau Eurorail Pass adalah tiket kereta api di Eropa yang dapat digunakan untuk naik kereta di 28 negara di Eropa.

Ada macam-macam jenis Eurail Pass, ada yang untuk 2 negara, 4 negara bahkan 28 negara. Silakan lihat jenisnya di https://www.eurail.com/en. Website tersebut menjadi website yang paling sering aku kunjungi pada bulan Desember 2015.

Aku dan Pear memilih Eurail Global Pass dengan pertimbangan kami akan mengunjungi lebih dari 4 negara dalam 2 minggu itu. Di tambah lagi, kami mempunyai keinginan menuju kota-kota kecil di Jerman dan Austria.

Cara Pemesanan

Berdasarkan informasi yang aku peroleh, eurail pass bisa dipesan di travel agent atau bisa langsung via website resminya. Bisa dikirimkan ke negara kita, bisa juga dikirimkan ke hotel yang akan kita tuju di Eropa. Waktu itu, aku memesan via website resmi Eurail dan tiket datang 2 hari pasca pemesanan.

Harga

Berhubung kami masih dikategorikan youth atau umur kami belum 26 tahun dan travel di musim dingin (winter), kami dapat diskon lumayan banyak (double discount). Silakan cek harga di https://www.eurail.com/en/eurail-passes/global-pass.

Special Notes

Pertama, ada beberapa negara yang memerlukan reservasi jika menggunakan Eurorail, seperti di Perancis.

Kedua, Eurorail Pass harus diaktivasi di Hauptbahnhof (kalau di Jerman) atau central train station terdekat sebelum digunakan. Aktivasi disini maksudnya cuma di stempel gitu. Kalau di Jerman, kantor DB gak buka 24 jam, jadi kalau mau travel tengah malam, sebaiknya diaktivasi sehari sebelumnya. Dan tenang saja, masa aktifnya sesuai dengan permintaan kita kok.

Kelebihan dan Kekurangan Eurail Pass.

Ada yang bilang, kalau keliling Eropa pakai Eurail Pass itu ibarat kita menikmati Eropa melalui jendela kereta. Sometimes, itu yang dicari sebagian orang. One just need to move on and enjoy the view.

Ada juga yang bilang, keliling Eropa dengan Eurail itu mahal. Aku setuju dengan pendapat ini, tapi kalau kamu suka telat bangun dan gak punya plan yang jelas, keliling Eropa pakai Eurorail Pass is cheaper than on the spot ticket.

Kalau ditanya kelebihannya, sudah pasti banyak. Pertama, bisa jadi kamar hostel (bermalam dalam kereta dan gak perlu sewa hostel). Kedua, hemat waktu (bisa berpindah dari satu kota ke kota lain pada malam hari). Ketiga, Sangat fleksibel dan nyaman (bisa digunakan kapan saja dan bisa menikmati RailJet di Austria dan ICE train di Jerman). Keempat, find new friends in a long train journey. Dan melihat kota-kota kecil antara Austria – Jerman – Swiss – Jerman – Luxemburg. Dan banyak lagi.

I feel glad that I took that trip. Awalnya memang ada rasa takut, apalagi ini trip pertama keliling Eropa yang aku rencanakan sendiri dan dibantu temanku. Bismillah, akhirnya aku memberanikan diri keluar dari comfort zone aku yang lainnya.

“There is nothing out there,” begitu kata Pear.

Dan setelah itu, kami jadi sering travel sendiri-sendiri karena kesibukan dan progress research kami yang berbeda-beda, kecuali ke lima kota di Italia, kami travel bersama lagi 😉

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *