Penang is Another Story

First Impression about Malaysia

Mengunjungi Malaysia is one of my bucket lists. Aku menyebutnya Southeast Asia Countries Package. Sebenarnya tujuan utama trip ini adalah menemani papa berobat di Penang, Malaysia, ajak jalan-jalan Dek Ika ke KL dan Singapore. That’s it. Aku sama abang (suamiku) ikut saja, sekalian jalan-jalan juga.

Pada Hari Raya ke empat (28 juli 2017), we flew from Banda Aceh, Indonesia to Penang, Malaysia. Pakai pesawat firefly. Papa, mama dan dek ika sudah di Penang sejak kemarin.

Seorang sopir yang dikirim papa menjemput kami di Penang International Airport (PEN). Namanya Pak Amir. Kami membayar RM 35 untuk jasa jemput dari bandara per rombongan, bukan per orang.

Kami diantar ke sebuah apartemen (semacam rumah susun mungkin) bernama Mewah Court Apartment Penang. Pak Amir memperkenalkan kami dengan seorang yang bernama Pak Zaki, pemilik apartemen tempat papa menginap. Pak Zaki ini orang aceh dan beliau menyewakan apartemen harian.

Kami tidak punya plan sendiri atau itinerary khusus untuk liburan kali ini. Jadi follower yang baik saja, kalau dibutuhkan bantuan bersedia jadi back up, dan kalau ada plan dari Papa, kami ikut saja. However, I learned a few things during the trip.

Pertama, check up atau berobat ke Penang is not a big deal, especially bagi masyarakat aceh. Aku nulis tentang cara check up ke Penang bagi orang aceh di postingan sebelumnya. 

 Kedua, Malaysia itu merupakan sebuah negara yang mempunyai budaya yang sangat beragam. a very multicultural country. a very diverse country. that’s what I love. a diversity.

Sebelum trip ini, aku berpikir malaysia itu kayak banyak orang melayu, kayak di drama-drama malaysia yang aku tonton. pelajaran penting, kayak kata temanku di jerman dulu, kamu gak boleh menganggap orang-orang di suatu tempat kayak di film-film yg kamu nonton. it’s not true. walaupun sometimes it’s true, but not all like what you watched. gitu lah intinya.

aku pernah dengar sih, di Malaysia itu banyak orang China dan India. Dan salah satu mahasiswi India di kampusku adalah orang malaysia. Tapi aku gak pernah membayangkan sebanyak itu! sebelum ke Penang dan Kuala Lumpur, aku masih berpikir. mungkin orang india dan cina di malaysia itu sebanyak orang cina di peunayong atau sebanyak orang batak di sumatra, gitu-gitulah. Rupanya yang aku temui adalah they are like a lot!

aku cerita ini bukan karena aku rasis. as i said, aku suka keberagaman. aku bisa belajar budaya baru. pikiranku akan lebih terbuka. aku jadi lebih banyak tau bahwa in the other part of the earth, ada saudara-saudara muslim yang berwajah india dan juga cina.

***

Penang Hill dan Nasi Kandar

Walaupun kami tidak ada itinerary khusus dan waktu kami di Penang yang singkat, kami sempat mengunjungi Penang Hill atau Bukit Bendara sore itu dan makan nasi kandar malamnya.

Menurutku, bukit bendara worth to visit. A nice place. Dari atas bukit bendera, kita bisa melihat panorama yang bagus. Pemandagan Kota Penang dari bukit. Kami melihat sunset di sana. sangat indah. Mungkin akan lebih indah kalau bisa lihat sunrise atau menghabiskan malam di sana. Pemandangan kota sangat indah disana. Ada restoran juga. We enjoyed that evening.

Malam itu, sepulang dari bukit bendera itu kami rencana makan di Restoran Deen – Nasi Kandar. 

Nasi kandar is a must kalau kamu ke Penang.

Hobi Papa adalah bertanya. Papa mengajak sopir grab berbicara dan bertanya tentang nasi kandar. Berdasarkan informasi dari sopir grab, nasi kandar Deen antriannya akan sangat panjang, tetapi ada restoran atau tempat beli nasi kandar lain yang direkomendasi, yaitu Nasi Kandar Berkat (Rahmat Berkat Nasi Kandar) dan Ali Amier Nasi Kandar. Semua restoran nasi kandar ini berada di Jalan Jelutong.

Benar saja, Restoran Deen antriannya panjang x. Mungkin kurang lebih 20 meter atau memakan waktu 1 jam menunggu. Lalu papa berinisiatif pindah ke nasi berkat, rupanya nasi kandar berkat itu kayak nasi kandar kaki lima gitu. Aku dan abang berinisiatif untuk mengecek nasi kandar ali amier, mungkin bisa dapat tempat duduk lebih layak tanpa harus mengantri panjang.

Alhamdulillah, kami dapat tempat duduk dan meja di nasi kandar ali. kayak warung nasi iskandar mungkin kalau di banda aceh. atau kayak warung mie rajali gitu. Delicious food and we tasted the real teh tarik. 

Bdg. 08.07.2017

A week after trip to Malaysia

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *