Amsterdam, Netherlands

Kemarin pagi, Saturday, 5 December 2015, saya ke Amsterdam dengan anak-anak Erasmus Uni Bremen.

I am not sure if The City of Bike is the appropriate phrase for Amsterdam, since the city has a lot of museums, canals, coffee shops, and The Red Light District! I would say, I saw European city that I have imagined in mind since I was young here. Old buildings, trams, pedestrian, canals, and Caucasians.

Before telling about my impression of this city, saya ingin cerita bahwa saya menemukan diri saya dalam perjalanan ke Amsterdam. Seperti pernah saya ceritakan, Eropa adalah rumah untuk semua mimpi, termasuk kesederhanaan yang saya ingin rasakan. Dalam perjalanan ke Amsterdam, bus yang membawa saya kesana melewati perkampungan petani-petani Eropa. Disinilah kenikmatan yang saya rasakan.

Saya suka sungai dengan riaknya karena angin, saya suka rumah-rumah kecil tipikal orang eropa, suka jalan yang kecil dan rapi, bahkan saya menikmati gerakan burung-burung yang terbang di atas sungai. Tidak ada debu.

Saya membayangkan angin yang mematikan rasa di kulit itu akan membuat burung-burung itu tidak nyaman, mungkin. Saya suka memperhatikan semua itu.

Saya tau bahwa saya bukan pecinta kota-kota tua dan sejarah. Dan sebelum ke Eropa, saya juga bukan pengunjung museum. Nevertheless travel changed me a lot. Walaupun tidak sempat ke Van Gogh Museum, at least saya cari tau tentang Van Gogh dan hal-hal lainnya tentang kota yang akan saya kunjungi. Mungkin juga, ini menjadi alasan untuk kesana lagi dan spend a few days there.

The City of Bike

Kita akan melihat sepeda berserakan dimana-mana. Pengendara sepeda bisa dikatakan sebagai manusia paling egois di Amsterdam. Why? Karena kita sebagai pejalan kaki bisa saja ditabrak oleh sepeda kalau tidak hati-hati. Kalau di Bremen pejalan kaki sebagai first priority, do not expect that in Amsterdam. Take care of yourself.

Sebagai capital city, Amsterdam beda banget sama Berlin. In term of tourism, saya prefer mengunjungi Amsterdam, Eropa yang sesungguhnya. Berlin lebih modern dan luas banget kalau dibandingkan Amsterdam.

Selain itu, sebagai warga negara yang pernah dijajah sama Belanda, langsung bisa ngebayangin kenapa di Indonesia banyak jalan rel. Untuk urusan transportasi, Amsterdam mirip banget sama kota-kota di Jerman, tram, bus, sepeda, pejalan kaki, sedikit mobil, dan lebih sedikit motor.

Lanjut lagi, Kota Amsterdam benar-benar cobaan. Meskipun minum bir di jalan tidak legal seperti di Jerman, cobaan yang lain banyak sekali. Kita bisa hirup aroma mariyuana (ganja) di jalanan, perempuan yang siap di****i di Red Light District, bahkan selain Hash Marihuana & Hemp Museum, disini juga ada Museum of Prostitution. Saya ingin bilang kalau kota ini kayak jalan menuju neraka. But I have been there and wonder about all those stuffs in the city!

Jaga Diri

Trip kali ini saya belajar bahwa penting sekali ilmu jaga diri.

Ketika harus duduk di bar, saya selalu ditanyakan,

“Don’t you wonder how alcoholic drinks taste?” Seorang cewek Turki mencoba membuatku penasaran. Aku yakin, dia muslim, walaupun tak berhijab.

“Coba saja punya aku sedikit,” Kali ini temanku asal Korea menawariku minuman Heinaken miliknya.

“Kita harus coba Marihuana Brownie,” Teman Italia-ku tak mau kalah.

lalu ada 4 pasang mata melihat ke arah saya, dan salah satu dari mereka akan berkata lagi,

“You can try mine,” katanya lagi.

lalu saya cuma bisa tersenyum dan menggeleng,

Kalimat lainnya yang akan saya dengar,

“I smoke with it, but I am fine, you can see me, now, I am totally normal,” perempuan Italy berambut ikal itu tersenyum lepas.

“Stop here, can you smell this?” kali ini perempuan Mexico yang paling dekat denganku menghentikan langkahku ketika kami melewati coffee shop yang memang legal menjual ganja, lalu saya batuk-batuk dan melanjutkan perjalanan kami.

Overall, I enjoy the city although I was only 10 hours there. Dan teman-teman international yang selalu baik dan ramah. Sekarang, mari kita booking hostel dan tiket ke Amsterdam lagi dan stay beberapa hari disana!

Bremen, 6 Desember 2015

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *